Sabtu, 21 November 2009

Kawanan Gajah Liar Mengamuk di Geumpang

sigli,, Sekitar 14 ekor gajah liar menyerang dan merusak belasan hektar padi warga Geumpang Pidie, selain itu kawanan gajah tersebut juga merusak rumah kebun dan puluhan tanaman palawija warga.


Ibrahim Syam, warga Bangkeh Geumpang, menyatakan, dalam sepekan terakhir kawanan gajah tersebut telah mengobrak-abrik seisi kebunnya. "Gajah itu hanya memakan pohon pisang, tapi pohon pinang, durian, coklat juga diinjak-ijak, gubuk saya juga dirusak," kata dia kepada Harian Aceh, kemarin.
Kamaruzzaman, tokoh masyarakat Geumpang menyebutkan, kawanan gajah tersebut sudah lebih sebulan berada di pemukiman warga.

Menurut dia, selain merusak tanaman kebun, gajah-gajah tersebut juga menginjak-injak padi warga pada malam hari, namun pada siang hari kawanan gajah itu menghilang. "Belasan warga di Desa Bangkeh dan Desa Pulolhoih tidak lagi bisa memanen padinya," sebutnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, hampir tidak ada upaya dari pihak terkait untuk mengusir gajah tersebut. "Ada ranger
Kamaruzzaman menuturkan, pihaknya telah pernah menghubungi pimpinan conservation response unit (CRU) wilayah Geumpang-Mane yang memiliki 5 ekor gajah jinak di Kecamatan Mane, agar gajah jinak itu dimanfaatkan untuk menghalau kawanan gajah liar.

Namun, kata Kamaruzzaman, pimpinan CRU beralasan, 5 ekor gajah di CRU tidak akan mampu menghalau kawanan gajah liar tersebut. "Selain jumlahnya yang tak seimbang ukurannya juga lebih kecil dari gajah liar," kata Hasballah pimpinan CRU seperti ditiru Kamaruzzaman. yang ditempatkan di Geumpang, mereka mencoba menghalau gajah dengan meriam bambu, tapi gajah-gajah itu tidak peduli dengan suara meriam bambu,"jelasnya.

Sementara menurut Camat Geumpang, Ir. Saiful Zuhri, gajah yang mengganggu tanaman warga Bangkeh merupakan kawasan gajah yang sering bercokol di kawasan Geumpang. Kejadian serupa, katanya, sudah pernah terjadi beberapa kali belakangan ini, meski di Lutueng, Mane telah ada tempat penangkaran gajah liar.

“Kejadian ini berlangsung sekitar sepekan ini, kawanan gajah liar tersebut kerap kali turun saat menjelang malam, lalu mengobrak-abrik seluruh tanaman padi warga yang siap panen, bahkan ada yang telah dipanen juga ikut dirusak kawanan satwa berbelalai itu,” katanya, kepada Harian Aceh, kemarin.

Menurut Camat, untuk menghalau kawanan gajah liar tersebut, warga setempat melakukan upaya dengan membakar mercon. Namun upaya itu hanya sesaat saja, namun setelah menjelang malam gerombolan gajah tersebut kembali mengganas dan merusak tanaman padi warga.

Kini pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Kabupaten dan mendesak pihak Kabupaten untuk berkoordinasi dengan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, untuk menanggulangi amukan gajah liar di Geumpang. ”Saya telah menghubungi Dinas terkait untuk melakukan kooodinasi dengan BKSDA di Banda Aceh,” ungkap Saiful Zuhri.

Selasa, 17 November 2009

Dongeng Tak Bersudah

Guru-guru hebat mengajar dengan dongeng. Begitu kata Aristoteles pada Alexander (The Great) di ruang belajar kerajaan.

“Aku melihatnya karena saat itu kebetulan aku sedang mengecat dinding istana itu. Nah, pasti kau tak percaya, kan? Dan kausebut aku mendongeng?” kata Dek Nong.

“Itu dia, jika kausebut aku pendongeng, maka aku bangga sebab seperti haba tadi bahwa guru hebat adalah pendongeng, jadi kaulakab aku guru hebat, walau tak sehebat harimau yang kini jadi keledai.”

Sebenarnya perkara itu lebih sederhana dari penyederhanaan masalah dalam pelajaran matematika sekolah dasar. Sangking sederhananya masalah itu sampai-sampai nasib pembelajaran di Kampung tak bernama seperti dongeng.

“Kau jangan fitnah!” teriak Dek Gam.

“Ini serius dan faktual!” balas Dek Nong seraya menjelaskan panjang-panjang tanpa lebar.

Tadi kusebut sekolah di negeri tak bertuan seperti dongeng karena memang begitulah ia dirancang. Sekolah di kampong kita seperti sekolah dongeng karena memang dirancang seperti itu. Ini serupa dengan Liga Arab yang gagal karena memang dirancang untuk gagal.

Seperti Kredit Peumakmu Nanggroe(KPN) yang gagal karena memang dirancang seperti itu. Seperti butr-butir MoU Helsinki yang tak habis dipenuhi karena memang begitu dirancang (mungkin oleh presiden saat itu).

Seperti haba itulah, pendidikan gratis yang dirancang pemerintah tidak berhasil karena dirancang memang begitu. Hanya untuk menawarkan hutang baru dari negara kita kepada negara luar. Alasan untuk dapat pinjaman baru atau investor lain.

Pun tentang pencegahan illegal logging yang tersendat-sendat yang memang dirancang begitu. Hanya untuk menciptakan isu baru. Satu lagi, yang segera berlangsung, PKA. PKA disinyalir akan kekurangan di sana-sini, karena memang dirancang untuk sedikit kacau. Begitu kacau maka dananya dicairkan terburu-buru sehingga orang tak sempat memprotes bila salah, sebab sudah mendesak. Begitulah.

Mengapa pengobatan gratis tak sepenuhnya berjalan? Katanya memang dirancang untuk itu. Sama halnya seperti nara pidana politik di pulau jauh sana, yang masih ditahan karena konflik padahal kini telah beberapa tahun damai. Semuanya telah dirancang.

Lalu Dek Gam bertanya pada Dek Nong, siapakah yang merancang semuanya?

“Semuanya telah dirancang oleh Apa Maun Gampong Lon.”

kata mutiara

A…!Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDa

kata mutiara cinta

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

Senin, 16 November 2009

Puisi warna malam

Jingga nirwana beri makna cinta
antara dua samudra
lelah sudah perjalanan malam
menepi diri di sudut kota tak bertuan
angin lalu menyapa malam
salam rindu padanya antara kita
memberi arti hidup demi makan.

Minggu, 15 November 2009

Tipu Diri-Sendiri Gaya Unigha

Berawal dari kisruh mahasiswa dengan rektorat Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Pidie soal akreditasi yang dimulai dengan unjuk rasa, penyegelan toko (gedung kuliah) dan lain-lainnya itu, maka ia pun berpikir. Aksi mahasiswa itu sangat higiene. Jika tidak, air dalam kubangan Glee Gapui makin sarat mikroba jahat.

Kepada Harian Aceh, dia mengaku, ketegangan yang berlarut hingga lebih sebulan tak ada titik terang itu ternyata memancing sebait nostalgia. Awalnya enggan diutarakan. Menurut dia, itu memori kelabu. Filosofinya, ia tak mau jadi pembuka aib almamater. Tapi pertimbangan “barangkali ada gunanya” membelokkan cara pandang tersebut.

Mantan Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (selanjutnya disebut MM-Fia) lulusan 2003 yang kini merupakan salah seorang PNS di Pemkab Pidie itu berkisah. Suatu pagi di gedung Lapan Sagoe, Glee Gapui, sejumlah mahasiswa duduk tenang menunggu lembaran soal ujian sebuah mata kuliah. Tak lama, seorang pengawas yang juga dosen, masuk dan membagikan lembaran soal ke setiap peserta.

Ketika lembaran soal itu lengkap dibagi, sang dosen pria itu berdiri di depan seraya berucap, “Kalian boleh melihat buku dan catatan. Tetapi, jangan ribut…!”

Sontak berdengung suara, “Aaaaaa…,” dari para mahasiswa-mahasiswi peserta ujian. Mereka memberi aplus. Malah satu-dua bertepuk tangan. Semua senang diberi kebebasan mencontek. Dan wajah dosen pengawas, sumringah. Sedikit bersemu merah. Rasanya dia begitu menikmati tanggapan empati peserta ujian. Hatinya begitu terbelai oleh kedermawanannya sendiri. Serasa dia bagai pahlawan di sepenggal pagi itu.

Saat itu, MM-Fia satu-satunya yang berkerut wajah. “Ini konyol,” batinnya. Dosen menebar kebaikan demi meraup simpati, kendati, metode itu amat keliru. “Tiba-tiba kepribadian dosen itu menjadi kabur di mata saya. Secara intelektual, ya, entahlah. Tapi secara akademik, dia pengkhianat. Lalu secara psikologis, dia adalah pribadi dengan perkembangan mental yang picik dan kampungan.”

Yang lebih konyol lagi, kata MM-Fia, peserta ujian malah girang dibebaskan lihat catatan dan mencontek begitu. Memang dengan kemerdekaan tersebut mereka bisa menggenjot perolehan nilai. Tapi apa arti nilai tinggi yang diperoleh secara tak fair? Apa arti nilai A-B A-B dengan kualitas akademika yang lulus lewat gaya uji berbasis pura-pura seperti itu?

“Phuih..! Dosen dan mahasiswa sama-sama bermental konyol…! Dosen dan mahasiswa sama-sama menerima anugerah kepuasan batin dari ketidaksadaran strategi pembodohan dan menipu diri-sendiri,” batin MM-Fia dengan gemas saat itu.

Dan yang menggenaskan adalah, bahwa peristiwa tipu-diri-sendiri gaya Unigha demikian tidak hanya berlangsung saat ujian hari itu, tapi nyaris setiap ujian. Dan bukan hanya ciri khas Fakultas Ilmu Administrasi, di mana mahasiswa di sini umumnya berstatus Pegawai Negeri Sipil yang tujuan kuliahnya hanya untuk memperoleh ijazah demi penyesuaian kenaikan pangkat cepat-otomatis nonreguler.

Maka terakhir dia mengambil kesimpulan, Unigha adalah institusi akademik dengan budaya contek tinggi.

Pengeboman' NASA ke Bulan

NASA telah mengumumkan akan menjalankan aksi pelubangan bulan pada hari ini, Jumat (9/10/2009), dengan menggunakan pesawat luar angkasa milik NASA bernama Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS). NASA dijadwalkan akan menjatuhkan roket Centaurnya ke permukaan Bulan pada hari ini, Jumat (9/10/2009) pukul 07.31 waktu setempat. (srn)

Menengok Kebotakan Hutan Pidie

12 November 2009, 14:27 KONTRAS Administrator
Setelah perdamaian atau lahirnya MoU Helsinki 2005 lalu, aksi pembalakan liar justru semakin ganas. Ini dibuktikan dengan hasil operasi gabungan yang digelar pada beberapa bulan lalu oleh pihak dinas Kahutanan dan Perkebunan Kabupaten Pidie. Dari jumlah luas hutan di Kabupaten Pidie, sekitar 185.964 hektare merupakan hutan lindung. Selebihnya, hutan produksi 43.633 ha dan areal lainnya 93.533 ha. Namun, hingga kini, belum bisa dipastikan berapa hektare yang telah dibotakkan terutama pascadamai Aceh.

“Sejauh ini kita belum mengetahui secara pasti angka hutan kita yang telah dibotakkan (digunduli) oleh para pembalak liar. Sebab, para pembalak tersebut dalam melakukan aksi liar itu hanya mengandalkan lokasi secara tebang pilih,” sebut Kadis Kehutanan dan Perkebunan Pidie, Ir Amin Affan MSi, kepada Kontras, pekan lalu via telepon selulernya.

Uniknya, sejak operasi yang digelar oleh pihak dinas, belum diketahui siapa gerangan pelakunya. “Sejak digelar operasi, beberapa anggota polisi hutan dan aparat kepolisian tidak pernah tertangkap tangan pelakunya di hutan, sehingga kita sangat sulit mengindentifikasi pelakunya. Termasuk, saat kita ambil kayu sitaan ini tidak ada pihak yang melakukan klaim balik,” ujar Amin.

Berdasarkan data pihak dinas setempat, sekitar 45 kubik kayu yang telah disita dinyatakan dari hasil perambahan liar atau illegal logging. Kayu-kayu tersebut, tersebar di hutan Kecamatan, Padang Tiji, Tiro, Manee, dan Geumpang. Kesemua kayu itu lanjut Amin telah dilego dalam pelengan terbuka yang diselenggarakan pihak kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Aceh pada Selasa (3/11) dan dimenangkan oleh rekanan Armasyah dari Aceh Utara dengan harga tawar tertinggi Rp 65 juta. “Sedangkan harga lego terendah Rp 39.916.319, “ jelas Amin.

Diakui Amin, sejak diberlakukan moratorium logging atau jeda tebang oleh gubernur Aceh, setidaknya telah membuat para perambah hutan menjadi cemeti untuk menghentikan jeda tebang secara semena-mena, apalagi ekses dari kegiatan haram itu telah berdampak pada banjir bandang dan amukan satwa liar dari hutan seperti Gajah dan Harimau. Yang jelas, sambung Amin, pihaknya hingga kini tak jemu-jemu selalu menyampaikan kepada masyarakat luas akan bahayanya penebangan liar, serta melakukan aksi penanaman kembali pada lokasi hutan-hutan yang telah dibotakkan oleh penebang liar. (idris ismail)