blog sebagai permulaan dan untuk mengenal lebih jauh tentang blogger
Selasa, 29 Desember 2009
contoh Perjanjian Sewa Menyewa Rumah
1. baharuddin, swasta, bertempat tinggal di Jl. iskandar muda No 26, Kota sigli, Propinsi NAD, dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya akan disebut sebagai Pihak Pertama
2. mahyuddin, swasta, bertempat tinggal di Jl.medan-b.aceh No 11, Kota padang tiji, Propinsi NAD, dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya akan disebut juga sebagai Pihak Kedua
Kedua belas pihak dengan ini menerangkan bahwa Pihak Pertama menyewakan kepada Pihak Kedua berupa Rumah yang berdiri diatas Sertifikat Hak Milik No 016/HM/2010yang terletak di Jl,mawar, No 15, Kota sigli, Propinsi NAD dengan fasilitas-fasilitas sebagai berikut
1. Sambungan listrik sebesar 990 watt dari PLN dengan nomor kontrak 0653......
2. Sambungan air bersih dari PDAM Kota Depok dengan nomor kontrak .......
3. Sambungan telepon tetap nirkabel dari PT Bakrie Tel dengan nomor .......
4. Jetpam
5. Kolam Ikan
Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan syarat-syarat sebagai berikut
Pasal 1
1. Perjanjian sewa menyewa ini berlaku tiga hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan akan berakhir dengan sendirinya pada 18 September 2010.
2. Perjanjian ini dapat diperpanjang untuk jangka waktu dan syarat-syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak.
3. Pihak kedua dalam jangka waktu tiga bulan sebelum masa berakhirnya perjanjian harus menyatakan kehendaknya secara tertulis untuk perpanjangan perjanjian ini
Pasal 2
1. Uang sewa rumah adalah sebesar Rp. 30.000.000/tahun yang telah dibayar secara tunai oleh Pihak Kedua pada saat ditanda-tanganinya perjanjian ini
2. Akta perjanjian ini juga berlaku sebagai kuitansi (tanda terima pembayaran) yang sah
Pasal 3
1. Pihak Pertama menyerahkan rumah kepada Pihak Kedua dalam keadaan kosong dari penghuni dan barang-barang milik Pihak Pertama
2. Pada saat berakhirnya perjanjian ini, Pihak Kedua harus menyerahkan kembali rumah dalam keadaan kosong dan terpelihara kepada Pihak Pertama dan Pihak Pertama tidak berkewajiban untuk menyediakan sarana penampungan guna menampung keperluan dan barang-barang dari Pihak Kedua
3. Apabila pada saat berakhirnya perjanjian ini, Pihak Kedua tidak dapat melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan Pihak Kedua tidak menyatakan kehendaknya untuk memperpanjang perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (3), maka untuk setiap keterlambatan Pihak Kedua akan dikenakan denda sebesar Rp. 100.000,00/hari, dan denda tersebut dapat ditagih seketika dan sekaligus lunas
4. Apabila keterlambatan tersebut berlangsung hingga 10 hari sejak berakhirnya perjanjian, maka Pihak Kedua memberi kuasa kepada Pihak Pertama untuk mengosongkan rumah dari semua penghuni dan barang-barang atas biaya Pihak Kedua dan bilamana perlu dengan bantuan pihak kepolisian setempat
Pasal 4
1. Pihak Kedua tidak diperkenankan untuk mengubah fungsi serta peruntukkan sebagai rumah tinggal
2. Pihak Kedua atas tanggungan sendiri dapat melakukan perubahan pada rumah yang tidak akan mengubah konstruksi dan NJOP dan tambahan tersebut harus merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan menjadi milik Pihak Pertama
3. Perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus dengan ijin tertulis dari Pihak Pertama
Pasal 5
1. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa selama masa perjanjian ini berlaku, Pihak Kedua tidak akan mendapatkan tuntutan dan/atau gugatan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak atas tanah dan rumah tersebut
2. Apabila terjadi perubahan kepemilikan terhadap rumah tersebut, Pihak Kedua tetap dapat menikmati hak sewa sampai berakhirnya perjanjian ini
Pasal 6
1. Selama masa sewa berlangsung, Pihak Kedua wajib memberikan uang jaminan sebesar Rp. 5.000.000,00 secara tunai kepada Pihak Pertama
2. Uang Jaminan tersebut akan dikembalikan kepada Pihak Kedua secara tunai oleh Pihak Pertama, setelah Pihak Pertama memastikan tidak ada kewajiban pembayaran yang tertunggak dari Pihak Kedua termasuk namun tidak terbatas pada tagihan telepon, listrik, air, PBB, dan iuran warga.
Pasal 7
Selama perjanjian ini berlangsung, Pihak Kedua tidak diperkenankan untuk memindahkan hak sewanya sebagian ataupun seluruhnya kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari Pihak Pertama
Pasal 8
Segala kerusakan kecil maupun besar dari rumah tersebut menjadi tanggungan sepenuhnya dari Pihak Kedua kecuali terhadap kerusakan yang ditimbulkan bukan oleh Pihak Kedua (force majuer) akan ditanggung secara bersama oleh kedua belah pihak
Pasal 9
Segala pungutan dan/atau iuran termasuk namun tidak terbatas pada iuran warga, PBB, tagihan listrik, telepon, dan air menjadi tanggungan Pihak Kedua selama masa perjanjian berlangsung
Pasal 10
Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam adendum yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama
Pasal 11
Apabila terjadi sengketa atas isi dan pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah
Demikian perjanjian in disetujui dan dibuat serta ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan dihadiri saksi-saksi yang dikenal oleh kedua belah pihak serta dibuat dalam rangkap dua bermateri cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama
Pihak Pertama
baharuddin
Pihak Kedua
mahyuddin
Saksi
rizal
fajri
Jumat, 18 Desember 2009
Astronom Potret Planet Mengelilingi Bintang
Namun, bintang yang menjadi pusat tata surya mereka terlihat oleh para astronom memiliki ukuran yang sangat lebar, bahkan melebihi besar matahari. "Benda langit mirip planet yang mengorbit tersebut kami namai GJ 758 B. Benda tersebut mengorbit sebuah bintang besar mirip matahari yang terletak 480 triliun kilometer atau sejauh 50 tahun cahaya dari bumi," ujar anggota penelitian terhadap kehadiran benda langit mengorbit tersebut dari Princeton University Michael McElwain.
Terhadap benda langit tersebut, ilmuwan belum yakin sepenuhnya benda tersebut sebuah planet atau merupakan sebuah bintang gagal. Namun, mereka memastikan bahwa benda langit tersebut memiliki massa 10 hingga 40 kali lebih besar dari Jupiter, planet terbesar di tata surya kita.
Jarak benda langit mirip planet tersebut ke matahari sebesar 29 kali jarak bumi ke matahari. Fakta tersebut juga membuktikan bahwa konsep pemikiran mengenai proses pembentukan planet yang selama ini diyakini para astronom tidak lagi berlaku. Sebelumnya, para astronom berpikir planet terbesar tidak akan berada sejauh ini, yakni sejauh GJ 768 B ke bintangnya saat ini.
Pemotretan dilakukan para astronom pada Mei dan Agustus 2009 lalu menggunakan Teleskop Subaru yang berada di Hawaii. Teleskop tersebut merupakan perangkat yang digunakan astronom untuk menemukan planet-planet lain di luar angkasa dan memanfaatkan teknologi optik generasi terakhir.
Sabtu, 21 November 2009
Kawanan Gajah Liar Mengamuk di Geumpang
Ibrahim Syam, warga Bangkeh Geumpang, menyatakan, dalam sepekan terakhir kawanan gajah tersebut telah mengobrak-abrik seisi kebunnya. "Gajah itu hanya memakan pohon pisang, tapi pohon pinang, durian, coklat juga diinjak-ijak, gubuk saya juga dirusak," kata dia kepada Harian Aceh, kemarin.
Kamaruzzaman, tokoh masyarakat Geumpang menyebutkan, kawanan gajah tersebut sudah lebih sebulan berada di pemukiman warga.
Menurut dia, selain merusak tanaman kebun, gajah-gajah tersebut juga menginjak-injak padi warga pada malam hari, namun pada siang hari kawanan gajah itu menghilang. "Belasan warga di Desa Bangkeh dan Desa Pulolhoih tidak lagi bisa memanen padinya," sebutnya.
Sampai saat ini, lanjutnya, hampir tidak ada upaya dari pihak terkait untuk mengusir gajah tersebut. "Ada ranger
Kamaruzzaman menuturkan, pihaknya telah pernah menghubungi pimpinan conservation response unit (CRU) wilayah Geumpang-Mane yang memiliki 5 ekor gajah jinak di Kecamatan Mane, agar gajah jinak itu dimanfaatkan untuk menghalau kawanan gajah liar.
Namun, kata Kamaruzzaman, pimpinan CRU beralasan, 5 ekor gajah di CRU tidak akan mampu menghalau kawanan gajah liar tersebut. "Selain jumlahnya yang tak seimbang ukurannya juga lebih kecil dari gajah liar," kata Hasballah pimpinan CRU seperti ditiru Kamaruzzaman. yang ditempatkan di Geumpang, mereka mencoba menghalau gajah dengan meriam bambu, tapi gajah-gajah itu tidak peduli dengan suara meriam bambu,"jelasnya.
Sementara menurut Camat Geumpang, Ir. Saiful Zuhri, gajah yang mengganggu tanaman warga Bangkeh merupakan kawasan gajah yang sering bercokol di kawasan Geumpang. Kejadian serupa, katanya, sudah pernah terjadi beberapa kali belakangan ini, meski di Lutueng, Mane telah ada tempat penangkaran gajah liar.
“Kejadian ini berlangsung sekitar sepekan ini, kawanan gajah liar tersebut kerap kali turun saat menjelang malam, lalu mengobrak-abrik seluruh tanaman padi warga yang siap panen, bahkan ada yang telah dipanen juga ikut dirusak kawanan satwa berbelalai itu,” katanya, kepada Harian Aceh, kemarin.
Menurut Camat, untuk menghalau kawanan gajah liar tersebut, warga setempat melakukan upaya dengan membakar mercon. Namun upaya itu hanya sesaat saja, namun setelah menjelang malam gerombolan gajah tersebut kembali mengganas dan merusak tanaman padi warga.
Kini pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Kabupaten dan mendesak pihak Kabupaten untuk berkoordinasi dengan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, untuk menanggulangi amukan gajah liar di Geumpang. ”Saya telah menghubungi Dinas terkait untuk melakukan kooodinasi dengan BKSDA di Banda Aceh,” ungkap Saiful Zuhri.Selasa, 17 November 2009
Dongeng Tak Bersudah
“Aku melihatnya karena saat itu kebetulan aku sedang mengecat dinding istana itu. Nah, pasti kau tak percaya, kan? Dan kausebut aku mendongeng?” kata Dek Nong.
“Itu dia, jika kausebut aku pendongeng, maka aku bangga sebab seperti haba tadi bahwa guru hebat adalah pendongeng, jadi kaulakab aku guru hebat, walau tak sehebat harimau yang kini jadi keledai.”
Sebenarnya perkara itu lebih sederhana dari penyederhanaan masalah dalam pelajaran matematika sekolah dasar. Sangking sederhananya masalah itu sampai-sampai nasib pembelajaran di Kampung tak bernama seperti dongeng.
“Kau jangan fitnah!” teriak Dek Gam.
“Ini serius dan faktual!” balas Dek Nong seraya menjelaskan panjang-panjang tanpa lebar.
Tadi kusebut sekolah di negeri tak bertuan seperti dongeng karena memang begitulah ia dirancang. Sekolah di kampong kita seperti sekolah dongeng karena memang dirancang seperti itu. Ini serupa dengan Liga Arab yang gagal karena memang dirancang untuk gagal.
Seperti Kredit Peumakmu Nanggroe(KPN) yang gagal karena memang dirancang seperti itu. Seperti butr-butir MoU Helsinki yang tak habis dipenuhi karena memang begitu dirancang (mungkin oleh presiden saat itu).
Seperti haba itulah, pendidikan gratis yang dirancang pemerintah tidak berhasil karena dirancang memang begitu. Hanya untuk menawarkan hutang baru dari negara kita kepada negara luar. Alasan untuk dapat pinjaman baru atau investor lain.
Pun tentang pencegahan illegal logging yang tersendat-sendat yang memang dirancang begitu. Hanya untuk menciptakan isu baru. Satu lagi, yang segera berlangsung, PKA. PKA disinyalir akan kekurangan di sana-sini, karena memang dirancang untuk sedikit kacau. Begitu kacau maka dananya dicairkan terburu-buru sehingga orang tak sempat memprotes bila salah, sebab sudah mendesak. Begitulah.
Mengapa pengobatan gratis tak sepenuhnya berjalan? Katanya memang dirancang untuk itu. Sama halnya seperti nara pidana politik di pulau jauh sana, yang masih ditahan karena konflik padahal kini telah beberapa tahun damai. Semuanya telah dirancang.
Lalu Dek Gam bertanya pada Dek Nong, siapakah yang merancang semuanya?
“Semuanya telah dirancang oleh Apa Maun Gampong Lon.”
kata mutiara
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDa
kata mutiara cinta
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.
Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.
Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.
Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.
Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.
Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.
Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.
Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.
Senin, 16 November 2009
Puisi warna malam
antara dua samudra
lelah sudah perjalanan malam
menepi diri di sudut kota tak bertuan
angin lalu menyapa malam
salam rindu padanya antara kita
memberi arti hidup demi makan.
Minggu, 15 November 2009
Tipu Diri-Sendiri Gaya Unigha
Kepada Harian Aceh, dia mengaku, ketegangan yang berlarut hingga lebih sebulan tak ada titik terang itu ternyata memancing sebait nostalgia. Awalnya enggan diutarakan. Menurut dia, itu memori kelabu. Filosofinya, ia tak mau jadi pembuka aib almamater. Tapi pertimbangan “barangkali ada gunanya” membelokkan cara pandang tersebut.
Mantan Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (selanjutnya disebut MM-Fia) lulusan 2003 yang kini merupakan salah seorang PNS di Pemkab Pidie itu berkisah. Suatu pagi di gedung Lapan Sagoe, Glee Gapui, sejumlah mahasiswa duduk tenang menunggu lembaran soal ujian sebuah mata kuliah. Tak lama, seorang pengawas yang juga dosen, masuk dan membagikan lembaran soal ke setiap peserta.
Ketika lembaran soal itu lengkap dibagi, sang dosen pria itu berdiri di depan seraya berucap, “Kalian boleh melihat buku dan catatan. Tetapi, jangan ribut…!”
Sontak berdengung suara, “Aaaaaa…,” dari para mahasiswa-mahasiswi peserta ujian. Mereka memberi aplus. Malah satu-dua bertepuk tangan. Semua senang diberi kebebasan mencontek. Dan wajah dosen pengawas, sumringah. Sedikit bersemu merah. Rasanya dia begitu menikmati tanggapan empati peserta ujian. Hatinya begitu terbelai oleh kedermawanannya sendiri. Serasa dia bagai pahlawan di sepenggal pagi itu.
Saat itu, MM-Fia satu-satunya yang berkerut wajah. “Ini konyol,” batinnya. Dosen menebar kebaikan demi meraup simpati, kendati, metode itu amat keliru. “Tiba-tiba kepribadian dosen itu menjadi kabur di mata saya. Secara intelektual, ya, entahlah. Tapi secara akademik, dia pengkhianat. Lalu secara psikologis, dia adalah pribadi dengan perkembangan mental yang picik dan kampungan.”
Yang lebih konyol lagi, kata MM-Fia, peserta ujian malah girang dibebaskan lihat catatan dan mencontek begitu. Memang dengan kemerdekaan tersebut mereka bisa menggenjot perolehan nilai. Tapi apa arti nilai tinggi yang diperoleh secara tak fair? Apa arti nilai A-B A-B dengan kualitas akademika yang lulus lewat gaya uji berbasis pura-pura seperti itu?
“Phuih..! Dosen dan mahasiswa sama-sama bermental konyol…! Dosen dan mahasiswa sama-sama menerima anugerah kepuasan batin dari ketidaksadaran strategi pembodohan dan menipu diri-sendiri,” batin MM-Fia dengan gemas saat itu.
Dan yang menggenaskan adalah, bahwa peristiwa tipu-diri-sendiri gaya Unigha demikian tidak hanya berlangsung saat ujian hari itu, tapi nyaris setiap ujian. Dan bukan hanya ciri khas Fakultas Ilmu Administrasi, di mana mahasiswa di sini umumnya berstatus Pegawai Negeri Sipil yang tujuan kuliahnya hanya untuk memperoleh ijazah demi penyesuaian kenaikan pangkat cepat-otomatis nonreguler.
Maka terakhir dia mengambil kesimpulan, Unigha adalah institusi akademik dengan budaya contek tinggi.
Pengeboman' NASA ke Bulan
Menengok Kebotakan Hutan Pidie
Setelah perdamaian atau lahirnya MoU Helsinki 2005 lalu, aksi pembalakan liar justru semakin ganas. Ini dibuktikan dengan hasil operasi gabungan yang digelar pada beberapa bulan lalu oleh pihak dinas Kahutanan dan Perkebunan Kabupaten Pidie. Dari jumlah luas hutan di Kabupaten Pidie, sekitar 185.964 hektare merupakan hutan lindung. Selebihnya, hutan produksi 43.633 ha dan areal lainnya 93.533 ha. Namun, hingga kini, belum bisa dipastikan berapa hektare yang telah dibotakkan terutama pascadamai Aceh.
“Sejauh ini kita belum mengetahui secara pasti angka hutan kita yang telah dibotakkan (digunduli) oleh para pembalak liar. Sebab, para pembalak tersebut dalam melakukan aksi liar itu hanya mengandalkan lokasi secara tebang pilih,” sebut Kadis Kehutanan dan Perkebunan Pidie, Ir Amin Affan MSi, kepada Kontras, pekan lalu via telepon selulernya.
Uniknya, sejak operasi yang digelar oleh pihak dinas, belum diketahui siapa gerangan pelakunya. “Sejak digelar operasi, beberapa anggota polisi hutan dan aparat kepolisian tidak pernah tertangkap tangan pelakunya di hutan, sehingga kita sangat sulit mengindentifikasi pelakunya. Termasuk, saat kita ambil kayu sitaan ini tidak ada pihak yang melakukan klaim balik,” ujar Amin.
Berdasarkan data pihak dinas setempat, sekitar 45 kubik kayu yang telah disita dinyatakan dari hasil perambahan liar atau illegal logging. Kayu-kayu tersebut, tersebar di hutan Kecamatan, Padang Tiji, Tiro, Manee, dan Geumpang. Kesemua kayu itu lanjut Amin telah dilego dalam pelengan terbuka yang diselenggarakan pihak kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Aceh pada Selasa (3/11) dan dimenangkan oleh rekanan Armasyah dari Aceh Utara dengan harga tawar tertinggi Rp 65 juta. “Sedangkan harga lego terendah Rp 39.916.319, “ jelas Amin.
Diakui Amin, sejak diberlakukan moratorium logging atau jeda tebang oleh gubernur Aceh, setidaknya telah membuat para perambah hutan menjadi cemeti untuk menghentikan jeda tebang secara semena-mena, apalagi ekses dari kegiatan haram itu telah berdampak pada banjir bandang dan amukan satwa liar dari hutan seperti Gajah dan Harimau. Yang jelas, sambung Amin, pihaknya hingga kini tak jemu-jemu selalu menyampaikan kepada masyarakat luas akan bahayanya penebangan liar, serta melakukan aksi penanaman kembali pada lokasi hutan-hutan yang telah dibotakkan oleh penebang liar. (idris ismail)